Citra baik/buruknya suatu negara ternyata terlihat dari sebuah toilet umum yang dimilikinya. Inilah yang mempengaruhi persepsi siapa saja yang berkunjung ke sana, dalam rangka apapun, untuk memutuskan bakal berkunjung kembali atau tidak. Nah, berdasarkan pengalaman saya dalam kasus traveling ke Republik Rakyat China, satu hal yang paling berkesan dari Negeri Tirai Bambu itu adalah Toilet.
Kesan ini sebenarnya lebih kepada sisi negatif sih. Satu wejangan dari kawan-kawan yang paling diingat sebelum berangkat adalah wanti-wanti soal toilet. Oleh karenanya saya mohon maaf bila tulisan ini sedikit bikin malesin karena gambar yang ditayangkan maupun kata-katanya mungkin bakal agak kurang menyenangkan.
Sepertinya yang diceritakan sebelumnya di sini dan sana, saya pernah berkunjung ke China (kota Nanning dan Guangzhou) dalam rangka kunjungan kenegaraan, tsailah. Namun memang tidak menceritakan satu pengalaman tidak mengenakan di toilet. Kali ini saya mau bongkar abis, kisah pahit soal toilet..
Ni hao! Wajah toilet China pertama yang saya lihat adalah di Bandara Guangzhou, tempat transit saya dari Jakarta menuju Nanning. Toiletnya standar toilet umum internasional. Toilet duduk dengan sekat tertutup, tanpa tissue toilet di dalamnya. Tissue ada di luar, tapi tissue untuk mengeringkan tangan pasca cuci tangan bukan toilet paper. Ok, tidak ada masalah dari toilet umum ini. Standar saja lah..
![]() |
| Toilet Mewah Hotel Marriot Nanning, China |
Pada hari keempat, sehari sebelum pulang, kami ikut tur sehari di Provinsi Guangxi ke Mingshi Scenic Area dan Detian Waterfall. Dua tempat wisata inilah yang memperkenalkan wajah asli China sesungguhnya. Dari Nanning perjalanan darat 210 km ditempuh sehingga mengharuskan kami mampir ke toilet umum di Mingshi Scenic Area sebelum menikmati area wisata itu. Jeng jeng..toiletnya sangaaaaattttt buruk rupa. Toilet umum di lokasi wisata Indonesia bahkan jauuuuuhh lebih bagus. Toilet umum di China sedikit ventilasi tanpa wastafel. Toilet jongkok yang pembuangannya langsung ke tanah, jangankan tissue toilet, ember atau keran air pun tak ada. Dengan sebelah hanya disekat dinding tanpa pintu. Untung saya bawa botol air dalam kemasan yang akhirnya dipergunakan untuk membilas. Kebayang donk gimana respon Direktur saat keluar toilet? #glek
![]() |
| Toilet Umum di China / Foto: Telegraph |
Hasil googling bisa memperlihatkan bagaimana wisatawan merespon toilet di China. Ada turis yang menuliskan tips menggunakan toilet jongkok di China bahkan ada tutorial toilet jongkok. Duh, mencoreng banget ga sih? Apa coba yang bisa dibanggakan dari citra buruk sebuah toilet umum untuk pariwisata sebuah negara?
Setelah baca lebih lanjut di Reuters, Pemerintah China akhirnya berjanji melakukan "Revolusi Toilet" demi memperbaiki pariwisatanya. Mereka berjanji membangun dan merenovasi lebih dari 100.000 toilet pada 2016-2020 demi memperbaiki sanitasi bagi para wisatawan. Dana investasi yang digelontorkan juga tidak tanggung-tanggung sebesar 2 triliun Yuan (USD 290 miliar). Sebuah komitmen kuat ini diharapkan bakal menggenjot jumlah perjalanan wisata menjadi 150 juta pada 2020.
Lantas bagaimana pariwisata negeri tercinta Indonesia? Tentu masih banyak bolong juga. Kalau berdasarkan testimoni dan cerita beberapa orang asing yang pernah saya temui, tumpukan sampah adalah citra buruk bangsa. Mereka bilang, "Lagi asyik diving, eh ada bungkus plastik T*h G*l*s. Woi, gw mau liat keindahan laut Indonesia!" Ini yang kemudian menjadi satu pekerjaan rumah pemerintah. Jangan sampai keindahan Indonesia hanya make up belaka yang tak dirawat dan akhirnya rusak oleh turis tak bertanggung jawab. Semoga pemerintah Indonesia sudah sadar akan hal ini dan lantas berkomitmen memperbaikinya. Ya dong....





